Kisah Sebuah Roda
![]() |
| Ilustrasi Roda |
Roda memang terus berputar. Mungkin ia hanya berhenti
sebentar, lalu berputar lagi seiring waktu yang terus berlalu. Kadang kita ada
di atas, menikmati sejuknya udara bebas. Kadang kita juga di bawah, tertekan
kerasnya jalan.
Tapi, suatu hari aku mendapati satu roda di sisi sebelahku. Sopir
yang membawanya, untukku. Ia mampu membantuku menyeimbangkan dan meringankan
bebanku. Ia berjalan bersamaku, disampingku, melewati banyak jalan terjal.
Saat ini, roda itu tertusuk paku. Tanpanya, aku tak bisa berjalan seimbang. Aku juga sedih, kenapa harus ia yang terkena paku. Aku tak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya, karena dia berada jauh di sebelah sana. Aku hanya bisa menunggu hingga sopir membawamu ke tempat tambal.
Aku tahu, di sana ia tertatih juga. Membawa beban yang sama
beratnya dengan bebanku. Mungkin ia lebih tersiksa, karena sebuah paku yang
menusuknya. Sedangkan aku ? Aku hanya tak mampu berjalan seimbang.
Seandainya saja aku bisa lebih dekat, mungkin aku bisa
mengucap, “sabar ya sayang, kau harus kuat. Paku itu hanya melukaimu
sementara”. Setidaknya jika aku mampu mengucapkan kata-kata itu, mungkin bisa
sedikit meredakan lukanya. Meskipun aku sendiri ragu sedalam apa paku itu
merobek dirinya.
Untukmu yang ada di sana, tetaplah di sebelahku. Aku tak mau
kau digantikan dengan roda yang lain. Karena kita sudah menggilas banyak aspal bersama-sama.
Kau yang membuatku terus berputar saat perjalananku terasa hambar. Kau yang
membuatku terus berjalan saat aku merasa tak bisa melanjutkan. Tetaplah
semangat sayang, karena memang tak semua perjalanan terasa menyenangkan. I miss when we spent a lot time together.
