WHAT'S NEW?
Loading...

SAJIAN PEMBUKA

Aku tidak berbicara mengenai makanan lezat
Tidak juga minuman nikmat
Anggap saja aku sedikit bernostalgia, dengan keadaan desa
Karena terbesit sebuah nama, yang mirip sajian pembuka

Manis, wangi, dengan santan dan daun pandannya
Aku suka, tapi entah yang mana
Dengan sajian pembuka, atau . . . . . .
Dengan namamu

Baiklah, aku lebih menyukai namamu
Yang terdengar aneh, juga sedikit lucu
Apakah karena aku menyukaimu?
Mungkin saja
Aku menyukaimu, kemudian namamu
Atau menyukai namamu, kemudian menyukaimu

Tapi, itu bisa disesuaikan
Bila takdir berkata demikian
Anggap saja, nanti, saat tak lagi sejalan
Aku lebih menyukai sajian pembuka
Yang manis, dan wangi berkat tambahan daun pandan


_08/06/18_MCMSP

KAU? CINTA

Sajak pagi, kini kian berhembus
Deras, sangat deras
Yang perlahan terbiasa mengisi ruang-ruang kosong
Menyusup dengan kamuflase yang indah
Menyisip dengan paksa, namun tak terasa
Kau? Cinta.

Sajak pagi, sejuk
Tapi melelehkan apa yang beku
Membekukan apa yang terik
Tapi menghangatkan apa yang rindang
Merindangkan apa yang gersang
Apakah itu baik?
Entahlah, aku pun masih bertanya
Pada siapa ?
Kau? Cinta.

Seperti sajak pagi, banyak arti, susah dimengerti
Begitulah kiranya, apa yang terasa
Tapi aku yakin, nanti kau pasti membacanya juga
Mencoba memahami, meskipun tak mengerti
Bisa? Pasti bisa
Karena kau? Cinta


_03/06/18_MCMSP