WHAT'S NEW?
Loading...
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts
Ilustrasi Roda

Roda memang terus berputar. Mungkin ia hanya berhenti sebentar, lalu berputar lagi seiring waktu yang terus berlalu. Kadang kita ada di atas, menikmati sejuknya udara bebas. Kadang kita juga di bawah, tertekan kerasnya jalan.

Tapi, suatu hari aku mendapati satu roda di sisi sebelahku. Sopir yang membawanya, untukku. Ia mampu membantuku menyeimbangkan dan meringankan bebanku. Ia berjalan bersamaku, disampingku, melewati banyak jalan terjal.
 
Saat ini, roda itu tertusuk paku. Tanpanya, aku tak bisa berjalan seimbang. Aku juga sedih, kenapa harus ia yang terkena paku. Aku tak bisa melakukan apa-apa untuk membantunya, karena dia berada jauh di sebelah sana. Aku hanya bisa menunggu hingga sopir membawamu ke tempat tambal.

Aku tahu, di sana ia tertatih juga. Membawa beban yang sama beratnya dengan bebanku. Mungkin ia lebih tersiksa, karena sebuah paku yang menusuknya. Sedangkan aku ? Aku hanya tak mampu berjalan seimbang.

Seandainya saja aku bisa lebih dekat, mungkin aku bisa mengucap, “sabar ya sayang, kau harus kuat. Paku itu hanya melukaimu sementara”. Setidaknya jika aku mampu mengucapkan kata-kata itu, mungkin bisa sedikit meredakan lukanya. Meskipun aku sendiri ragu sedalam apa paku itu merobek dirinya.
 

Untukmu yang ada di sana, tetaplah di sebelahku. Aku tak mau kau digantikan dengan roda yang lain. Karena kita sudah menggilas banyak aspal bersama-sama. Kau yang membuatku terus berputar saat perjalananku terasa hambar. Kau yang membuatku terus berjalan saat aku merasa tak bisa melanjutkan. Tetaplah semangat sayang, karena memang tak semua perjalanan terasa menyenangkan. I miss when we spent a lot time together.
Bunga mekar artinya dalam
Tak hanya sebatas pamer
Melati berduri punya alasan
Bukan hanya ingin menyakiti
Cinta datang tak terbatas waktu
Mengikat dan menjerat
Hati yang tak kuat akan bejat
Hati yang hebat akan semakin lekat

Jika harus berakhir padamu
Aku sungguh ikhlas menikmati hidupku
Jika memang begitu jalanku
Aku berencana menggoreskan tinta dari secangkir kopi
Di waktu mata mulai terbuka sampai pikiran akan terdiam
Di kala semangatku mulai menyala dan rambutku mulai pudar

Kalau bisa, aku akan memaksa
Memaksa Tuhan menjadikanku milikmu
Memaksa hidup menuju dirimu
Memaksa takdir menghapus jalan berliku
Meski aku tau itu salah
Puisi terakhir. . .
Untuk seseorang yang selalu menghantarkan rindu
Tentang nama terakhir
Rekatkan indah puisi terdahulu
Ini yang terakhir

Masih mencoba mencari apa yang memiliki arti ?
Jangan, aku tak suka membuatmu mencari
Nanti, kau akan mengerti di akhir puisi
Oh, ini puisi ?
Lebih layak disebut curahan hati

Aku bukan pujangga, tapi bisa jika kau yang mengatakannya
Aku bukan penyair, tapi bisa jika kau yang meminta
Aku manusia biasa.
Menyukai kata demi kata yang dirangkai menjadi rasa

Kelima huruf depan bait pertama
Di sini. . . .
Terangkai indah sebuah nama



_31/08/2018_ MCMSP