WHAT'S NEW?
Loading...

Belajar Tentang Hidup dari Filosofi Jalan Raya

   Haloooo readers! Apa kabar ? Semoga baik. Kali ini saya mau memberikan pandangan saya tentang bagaimana belajar melihat hidup dari jalan raya. Kenapa jalan raya ? Memang apa yang keren ? Toh setiap hari kita cuma numpang lewat di jalan raya ? Nah, itu kata kunci, kita cuma numpang lewat.

   Sebagai manusia, perjalanan hidup kita dimulai saat kita mulai menendang-nendang perut ibu dan beberapa bulan kemudian kita bisa merasakan bagaimana kejamnya dunia ini. Semakin hari kita semakin tumbuh, belajar satu dua tiga hal dan terus bertambah pengetahuan kita tentang dunia. Saat sudah mulai memahami beberapa hal, manusia akan mulai memasuki dunia kerja, tahap paling kejam, menurutku. Beberapa kali gagal, bangkit, sukses, dan gagal lagi, akhirnya kita bisa sedikit beristirahat, mempersiapkan diri untuk kembali, saat itu manusia biasa disebut tua.

   Saat ini, kebetulan, saya masih ada di tahap paling kejam. Saya mulai berpikir, mencoba melihat sekitar, dan memang saya sangat familiar dengan namanya jalan raya. Saya kadang merasa lebih baik tidur di rumah daripada berada di jalan raya. Anggap saja, rumah adalah awal, jalan adalah prosesnya, ke mana kita pergi adalah tujuan. Hidup juga seperti itu, kita lahir adalah awalnya, tumbuh dan belajar banyak hal adalah prosesnya, kehidupan setelah mati adalah tujuannya. Di jalan banyak hal yang bisa kita lihat, banyak hal yang bisa kita dengar, banyak sifat yang bisa kita perhatikan. Di dunia ini kita cuma lewat, di jalan raya kita juga cuma lewat.

 Ilustrasi jalan raya. Key source google : jalan

   Saat lewat jalan raya kalian bisa memilih banyak jalan, bisa menentukan banyak tujuan, bisa mengambil banyak keputusan. Misal kalian keluar dari rumah dengan tujuan berangkat bekerja. Kalian bisa memilih jalan macet tapi dekat atau jalan sepi tapi lumayan jauh. Saat di jalan kita juga bisa memilih, mau menerobos lampu lalu lintas dengan banyak resiko, atau memilih berhenti untuk cari aman. Di jalan kalian juga bisa memilih untuk berkendara pelan-pelan atau gas pol rem cul. Semua pilihan itu pasti berkaitan dengan hasil yang nanti kalian dapatkan.

   Hidup pun juga begitu, kita bisa memilih nanti mau jadi apa, orang yang sukses atau orang yang bahagia. Semua pasti punya resiko, semua pasti ada akibat di kemudian hari. Menjadi manusia itu sangat menyenangkan, jika kita punya imajinasi dan pemikiran. Jangan pedulikan kata orang, bahkan Einsten dan Thomas Alva Edison dulu juga dicaci karena pemikiran dan imajinasinya. Tinggal bagaimana kita membuktikan pemikiran dan imajinasi tersebut akan menjadi sesuatu atau hanya terbuang sia-sia. Ingatlah, bahwa Tuhan tidak menciptakan apapun tanpa manfaat. Jika sekarang, kamu belum bisa berimajinasi, mulailah belajar "sesuatu" dari jalan raya. Manfaatkan apa yang ada dan jangan pernah memandang suatu hal sebagai sesuatu yang tidak berguna ^_^ Oke, cukup sekian dulu, see you readeerrss !!

0 comments:

Post a Comment